Kegiatan
🔥 BARU
Hari Kedua, Penutup IHT 2026: Pengawas SMK Berikan Penguatan Pembelajaran, Nuansa Kartinian Warnai SMK NU 1 Slawi
reikidevs
•
43
•
3 menit baca
•
Updated
Artikel ini membahas: Slawi, 16 Maret 2026 — In House Training (IHT) 2026 SMK NU 1 Slawi resmi berakhir pada hari ini. Hari kedua yang sekaligus menjadi penutup rangkaian I...
Pada sesi materi terakhir ini, Pengawas SMK Kabupaten Tegal, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd., M.Pd., menjadi pemateri utama. Beliau membuka penyampaian dengan pantun inspiratif yang mengingatkan kembali esensi kehadiran seorang pendidik:
“Pergi ke sawah menanam padi,
Padi tumbuh menguning berseri;
Guru hadir bukan sekadar mengajari,
Tapi membentuk masa depan generasi.”
Pantun tersebut menjadi pintu masuk sebelum memasuki materi inti IHT 2026 bertema “Dari Pembelajaran Kelas Menuju Panggung Dunia: Strategi SMK NU 1 Slawi Meningkatkan Daya Saing Lulusan Menuju Level Global.”
Mengajar Tidak Lagi Cukup—Guru Harus Menjadi Penggerak Masa Depan
Dalam penyampaiannya, pengawas menekankan bahwa perubahan zaman menuntut guru untuk bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Tantangan di dunia kerja semakin kompleks, dan sekolah harus memastikan bahwa lulusan tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mental, karakter, dan etos kerjanya.
Dari pengamatan lapangan, terdapat dua persoalan besar yang harus segera diatasi:
1. Banyak Lowongan Kerja, Tapi Mental Siswa Belum Siap
Banyak siswa masih minder bahkan sebelum proses lamaran dimulai. Kepercayaan diri, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi persaingan perlu dibentuk lebih serius di sekolah.
2. Siswa Berbakat Tapi Kurang Berkarakter
Ada siswa yang sangat andal secara teknis, tetapi kurang disiplin, kurang sopan, atau merasa dirinya paling mampu. Industri sangat membutuhkan talenta dengan etos kerja baik, bukan sekadar kecakapan teknis.
Kondisi tersebut menjadi dasar kuat mengapa transformasi pembelajaran harus mulai dijalankan secara sistematis melalui IHT ini.
Mengarah ke Global: Strategi Besar dari SMK NU 1 Slawi
Melalui materi penutup ini, guru kembali diajak memahami arah baru sekolah bahwa pembelajaran tidak boleh berhenti di ruang kelas. Materi bertajuk “Dari Pembelajaran Kelas Menuju Panggung Dunia” menegaskan bahwa lulusan SMK NU 1 Slawi harus mampu:
bersaing di dunia industri lokal, nasional, hingga global, memiliki karakter kuat, bermental tangguh, kompeten secara teknis, serta siap bekerja maupun berwirausaha.
Semua ini sejalan dengan Visi PRO AKSI yang diperkuat Kepala Sekolah pada hari pertama:
Profesional – Akhlak mulia – Kompeten – Siap bersaing global – Siap berwirausaha.
Kartinian Menjadi Simbol Karakter
Busana adat yang dikenakan para guru bukan hanya mempercantik suasana, tetapi menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak boleh hilang di tengah tuntutan dunia kerja modern. Identitas budaya harus tetap melekat, bahkan ketika sekolah menargetkan lulusan yang siap menuju panggung global.
Di akhir kegiatan, suasana kebersamaan terasa kuat. Dengan selesainya hari kedua ini, maka IHT 2026 resmi ditutup. Meski singkat, pelatihan dua hari ini menjadi fondasi penting untuk langkah-langkah besar SMK NU 1 Slawi ke depan.
Melalui IHT 2026, SMK NU 1 Slawi menegaskan komitmen bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak boleh menunggu—harus dimulai hari ini. Dari ruang kelas, sekolah ini siap membawa siswanya menuju panggung dunia.
Kategori:
Kegiatan
Terakhir diperbarui: 24 Apr 2026, 07:41
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!